Loading...
Loading...
Fungsi dan Tingkatan Manajemen ~ Setelah kita belajar tentang apa itu yang dimaksud dengan manajemen dan juga bidang-bidang manajemen. Pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan menghadirkan penjelasan mengenai fungsi dasar dari manajemen. Selain itu, artikel ini juga membahas mengenai tingkatan-tingkatan manajemen. Semoga bermanfaat.

fungsi manajemen menurut para ahli, fungsi manajemen poac, fungsi manajemen pdf, fungsi actuating, mengapa perencanaan itu penting, fungsi manajemen menurut para ahli, fungsi manajemen poac, fungsi manajemen pdf, makalah poac, fungsi manajemen brainly, fungsi manajemen menurut para ahli, fungsi manajemen pdf, fungsi manajemen brainly, fungsi manajemen poac, makalah fungsi manajemen, pengertian manajemen secara umum, tujuan manajemen, 5 fungsi manajemen, macam macam manajemen, contoh manajemen, bidang bidang manajemen, fungsi manajemen menurut para ahli, macam macam manajemen, tujuan manajemen, bidang bidang manajemen, fungsi manajemen actuating, organizing adalah, gambar poac, pengertian poac menurut para ahli, controlling adalah, directing adalah, contoh poac dalam usaha makanan, bidang bidang manajemen, apa yang dimaksud dengan manajemen puncak, manajemen ilmu ekonomi, contoh dari fungsi manajemen, fungsi manajemen sdm dan contohnya, hubungan fungsi dalam manajemen, konsep dan fungsi manajemen
Penjelasan Fungsi & Tingkatan Manajemen | www.zonasiswa.com

A. Fungsi Manajemen

Manajemen memiliki fungsi dasar yang umumnya berlaku untuk setiap organisasi. Fungsi dasar sering disebut POAC, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (oragnizing), penggerakan (actuating), dan pengendalian (controling). Fungsi dasar ini diungkapkan oleh G.R. Terry. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya.

1. Fungsi Perencanaan (Planning)

Setiap organisasi memiliki manfaat yang ingin dicapai, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, fungsi perencanaan dilakukan pada awal kegiatan yang akan dilakukan oleh organisasi. Fungsi perencanaan terkait dengan meramalkan sejauh mana tujuan dapat dicapai, baik dilihat dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan politik. Dengan demikian, fungsi perencanaan memberikan arah yang jelas dalam upaya mencapai tujuan yang ditetapkan.

2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

Satu prinsip manajemen adalah bahwa prinsip pembagian kerja diperlukan di setiap organisasi, terutama yang memerlukan berbagai keterampilan. Setiap orang yang terlibat dalam kegiatan organisasi saling berhubungan dan saling mendukung.
Tugas seorang pemimpin adalah mengumpulkan dan mengoordinasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan. Mengingat bahwa pengorganisasian terkait dengan masalah penempatan orang, fungsi kepegawaian diperlukan yang merupakan fungsi yang memisahkan tugas dan tanggung jawab setiap orang dalam organisasi.

3. Fungsi Penggerakan (Actuating)

Fungsi penggerakan bertujuan untuk memungkinkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk bekerja dengan cara yang membantu mencapai tujuan yang dinyatakan. Pemimpin bertindak untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan untuk bekerja sebaik-baiknya. Oleh karena itu, fungsi mobilisasi dikenal sebagai memimpin (langsung), mengarahkan (arah), dan memotivasi (memotivasi).

Seorang pemimpin yang baik harus mampu membuat orang (bawahan) mau melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya dan tidak cepat merasa puas. Karena itu, seorang pemimpin dapat memberikan motivasi kepada bawahannya. Abraham Maslow menyatakan bahwa kebutuhan itu dapat memotivasi orang untuk bekerja. Ini tergantung pada waktu, keadaan, dan pengalaman orang yang bersangkutan.

4. Fungsi Kontrol (Controling)

Fungsi pengawasan dimaksudkan untuk mengawasi kegiatan organisasi sehingga pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan tujuan yang ditetapkan. Begitu juga dengan semua elemen untuk saling mendukung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang dinyatakan. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa fungsi ini bertujuan untuk memastikan kegiatan organisasi bergerak menuju sasarannya.
Dengan adanya fungsi pengawasan, dapat diketahui apakah pelaksanaan aktivitas berjalan sebagaimana mestinya atau kesalahan atau penyimpangan terjadi. Jika diketahui, tindakan lebih lanjut bisa diambil. Kemudian dapat diupayakan untuk memperbaikinya dan jika terjadi kesalahan, perbaikan dapat dilakukan.

BACA JUGA:
1. Apa itu Manajemen?
2. Pengertian Manajemen menurut Para Ahli
3. Bidang-bidang Manajemen

B. Tingkatan Manajemen

Berdasarkan tingkat, manajer dapat dibedakan menjadi manajer tingkat atas, menengah dan bawah. Berikut ini adalah penejelasan singkatnya.

1. Manajer Tingkat Atas

Manajer tingkat atas atau manajer puncak adalah tingkat manajemen tertinggi yang biasanya terdiri dari dewan direksi. Manajer puncak lebih fokus pada perencanaan. Rencananya didasarkan pada misi perusahaan. Posisi termasuk manajer puncak, termasuk CEO (Cheif Excecutif Officer), presiden, dan wakil presiden.

2. Manajer Tingkat Menengah

Manajer tingkat menengah berada dibawah level manajer puncak. Fokus perhatian manajer tingkat menengah lebih koordinasi dan pengawasan di bidang fungsi lainnya. Posisi yang termasuk manajer tingkat menengah termasuk manajer kepala pengawas atau kepala bagian.

3. Manajer Tingkat Bawah

Manajer level juga disebut manajer lini pertama. Manajer level ini berfungsi lebih banyak perhatian dalam menentukan prinsip tanggung jawab sebagai driver (kepemimpinan). Manajer tingkat ini adalah contoh langsung untuk bawahannya. Posisi termasuk manajer tingkat ini termasuk supervisor, mandor proyek, dan koordinator.

BACA JUGA:
1. Prinsip-prinsip Manajemen
2. Kepemimpinan dalam Manajemen

Demikianlah penjelasan mengenai Fungsi dan Tingkatan dalam Manajemen. Semoga apa yang dijelaskan di atas bisa bermanfaat bagi yang membaca. Apabila dari penjelasan di atas terdapat suatu kesalahan, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk menjadikan artikel ini lebih baik. Terima kasih...
Loading...

0 komentar:

Posting Komentar