Ciri-ciri Lembaga Sosial ~ Sebuah komunitas di mana orang tinggal bersama membutuhkan lembaga untuk tujuan ketertiban. Semakin kompleks kehidupan masyarakat semakin kompleks lembaga yang dibutuhkan atau diproduksi untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dalam hidup bersama. Olehkarena itu, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial sejalan dengan kemajuan masyarakat. Pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan menghadirkan karakteristik lembaga sosial. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

Lembaga Sosial, Ciri-ciri Lembaga Sosial, Karakteristik Lembaga Sosial, Apa Ciri Ciri Lembaga Sosial, Ciri Ciri Lembaga Sosial Menurut J. Gillin dan J. Gillin.
Apa Saja Ciri Ciri Lembaga Sosial? | www.zonasiswa.com

Ciri-ciri lembaga sosial adalah sebagai berikut:
  1. Lembaga sosial secara khusus terwujud dalam asosiasi.
  2. Semua aktivitas manusia berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan, selalu dikaitkan dengan institusi sebagai pengatur dan asosiasi sebagai kumpulan rakyatnya.
  3. Lembaga sosial, memiliki tradisi tertulis atau tidak tertulis, merumuskan tujuan, ketertiban, dan sebagainya.
  4. Simbol biasanya juga merupakan ciri khas lembaga sosial. Simbol secara simbolik mewakili tujuan dan fungsi institusi yang bersangkutan. Misalnya, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan lainnya memiliki simbol yang berbeda.
  5. Lembaga sosial memiliki sarana alat yang digunakan untuk mencapai tujuannya, seperti bangunan, peralatan, mesin. Bentuk dan penggunaan alat, biasanya berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya.

BACA JUGA: Pengertian Lembaga Sosial

J. Gillin dan J. Gillin dalam artikelnya yang berjudul Ciri Umum Institusi Sosial, telah menggariskan beberapa ciri umum institusi sosial, sebagai berikut.
  1. Lembaga sosial adalah organisasi pola pemikiran dan pola perilaku yang bermanifestasi melalui kegiatan dan hasil masyarakat. Lembaga sosial terdiri dari bea cukai, peraturan, adat istiadat, dan unsur budaya lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung tergabung dalam unit fungsional.
  2. Sebuah lembaga sosial memiliki tingkat kekekalan. Institusi sosial biasanya tahan lama dan kepercayaan akan menjadi bagian dari lembaga sosial setelah jangka waktu yang relatif lama, sehingga masyarakat dapat menganggapnya sebagai seperangkat norma yang merupakan kebutuhan dasar akan kehidupan manusia secara alami.
  3. Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan yang ingin dicapai. Tujuan lembaga sosial adalah untuk komunitas dan kelompok masyarakat tertentu yang bersangkutan, sebaliknya fungsi lembaga sosial adalah peran institusi dalam sistem sosial dan budaya masyarakat. Contoh: lembaga perbudakan, ternyata bertujuan untuk mendapatkan energi yang murah, namun pada kenyataannya harganya sangat mahal.
  4. Lembaga sosial memiliki peralatan yang digunakan untuk mencapai tujuan, seperti bangunan, peralatan, dan sebagainya sebagai pendukung pencapaian tujuan.
  5. Lembaga sosial memiliki simbol yang membedakannya dengan lembaga sosial lain. Simbol dapat dimanifestasikan dalam tulisan, gambar, dan sebagainya yang menggambarkan esensi kelompok. Simbol simbol melambangkan tujuan dan fungsi institusi. Sebagai contoh, bendera merah putih merupakan simbol dari Indonesia.
  6. Lembaga sosial memiliki tradisi tertulis atau tidak tertulis. Tradisi tertulis dan tradisi lisan mampu merumuskan tujuan, peraturan yang berlaku, dan sebagainya. Dengan tradisi ini, orang bisa mengerti tujuan dari institusi atau lembaga tersebut. Contoh: peraturan sekolah disusun secara tertulis.
  7. Lembaga sosial adalah pola terstruktur dari sistem perilaku. Pola pemikiran dan pola perilaku dimanifestasikan melalui aktivitas dan hasil masyarakat. Dalam hal ini, institusi tersebut terdiri dari bea cukai, peraturan, adat istiadat, dan elemen budaya lainnya yang secara langsung atau tidak langsung tergabung dalam satu fungsi.
  8. Lembaga sosial mencakup kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar ini mencakup sejumlah nilai material, mental, dan spiritual yang pengadaannya harus dijamin dan tidak dapat dipengaruhi oleh faktor kebutuhan atau kemauan seseorang, seperti pakaian, makanan, perumahan, kontinuitas keturunan, dan sebagainya. sebagainya
  9. Lembaga sosial adalah tindakan yang mengikat. Semua komponen yang dibutuhkan sebagai norma atau aturan dipandang oleh semua pihak yang berkepentingan sebagai bentuk cara hidup dan tindakan mengikat.

Demikianlah Ciri-Ciri Lembaga Sosial, semoga bisa bermanfaat dan dapat memberikan informasi yang berguna bagi yang membaca. Jika ada kesalahan, baik dalam bentuk tulisan maupun penjelasan, kritik dari pembaca sekalian akan sangat berharga. Jangan lupa kirim karya teman-teman (puisi/cerpen/dll) ke Mading Zona Siswa. Dan jadikan karya teman-teman dibaca oleh ribuan orang setiap hari. Terima kasih...

0 komentar:

Posting Komentar