Hewan Menalistik ~ Kita semua tahu bawa hewan albino adalah hewan yang hampir seluruh kulit, bulu, dan rambutnya berwarna puith. Kondisi hewan albino ini disebabkan karenanya kurangnya kandungan melanin di kulit mereka. Melanin adalah pigmen gelap yang dapat mempengaruhi rambut, kulit dan mata. Jika hewan albion disebabkan karena kurangnya melanin pada kulitnya, bagaiman dengan hewan yang memiliki kelebihan melanin dikulitnya? Hewan melanistik atau melanism merupakan kondisi dimana hewan memiliki banyak melanin di kulitnya. Dan kebilkan dengan hewan albino yang berwarna putih, hewan melanistik cenderung berwarna hitam gelap di semua kulit, bulu, maupun rambutnya.

Hewan Melanistik, Hewan Melanisme, Hewan Albino. | http://www.zonasiswa.com
Serigala Melanistik

Para ilmuwan percaya bahwa banyak hewan telah berevolusi menjadi sangat gelap sehingga mereka dengan mudah berkamuflase (menyamarkan diri) di lingkungan alami mereka. Panther (macan tutul hitam),misalnya, berburu di tengah malam dengan memanfaatkan bulu kulit mereka yang hitam. Kulit hitamnya memunkinkan panther untuk bersembunyi dan menyergap mangsa yang tidak menyadari keberadaanya. 

Pada hewan, melanism merupakan sesuatu yang baik bagi mereka. Terlepas dari keuntungan karena bisa berkamuflase dengan baik di hutan, para ahli telah membuktikan bahwa kucing yang berkulit hitam lebih cerdas daripada yang berkulit putih. Tidak hanya mereka memiliki keseimbangan yang lebih baik, tetapi mereka dapat merespon lebih cepat dan memiliki sistem saraf yang unggul. 

Kondisi kulit melanisme banyak ditemui di banyak hewan mulai dari binantang kecil seperti tupai samapi ke binatang bertubuh besar seperti panther. Selain kondisi melanisme yang terjadi secara alami, hewan juga bisa memperoleh kondisi melanisme dikarenakan faktor yang disebabkan oleh Manusia. Nengat Biston, adalah salah satu contoh hewan yang mengalami kondisi melanisme akibat perbuatan Manusia. Pencemaran udara hebat yang terjadi akibat revolusi Industri di Eropa pada akhir abad 18th. Kondisi atmosfer yang buruk merubah kulit pohon-pohon disana menjadi lebih gelap sehingga Ngengat Biston harus menyesuaikan diri dengan merubah warna tubuhnya menjadi gelap untuk bertahan hidup.

Namun, tidak semua hewan berkulit hitam bisa disebut hewan melanistik. RSPB (Royal Society untuk Perlindungan Burung) telah melaporkan bahwa burung-burung laut yang diduga memiliki sifat melanism pada kenyataanya burung tersebut bulunya hanya terkena tumpahan minyak di laut saja. Terpaparnya bulu burung laut dengan minyak tidak menyebabkan burung-burung laut tersebut benar-benar memiliki sifat melanism. RSPB juga menyatakan bahwa makanan dapat memiliki efek besar pada pigmentasi kulit burung, dan biji rami dan minyak bisa membuat makhluk ini berubah menjadi hitam dari waktu ke waktu.

Tidak cuma pada hewan, kondisi melanisme juga terjadi pada manusia. Melanism pada ornag kulit putih sangat mudah dikenali yang biasanya ditandai dengan munculnya bercak-bercak hitam di berbagai bidang kulit. Melanisme pada manusia bisa disebabkan karena paparan sinar matahari yang telalu sering sehingga kulit memproduksi banyak pigment hitam. Bagi orang berkulit putih, kondisi melanisme pada mereka membuat kulit mereka nampak lebih gelap dibandingkan dengan orang kulit hitam biasa.

Bagi teman-teman yang mempunyai suatu tulisan unik tentang apa saja, ataupun puisi, cerpen, cergam, pantun, bahkan profil sekolah dan guru; dan ingin dibagikan ke teman-teman lainnya melalui mading zona siswa, silahkan saja kirim karya kalian di Mading Zona Siswa. Karya kalian nantinya akan ditampilkan di mading kami dan akan dibaca oleh ribuan pengunjung lainnya setiap hari. Ayoo kirim karya kalian di mading zona siswa. Terima kasih sudah berkunjung. ^^Maju Terus Pendidikan Indonesia^^

0 komentar:

Poskan Komentar