Planet adalah benda langit yang tidak mempunyai cahaya sendiri dan selalu beredar mengelilingi sebuah bintang sejati yaitu Matahari. Ada delapan planet di sistem tata surya kita. Ke-delapan planet tersebut dikelompokan menjai planet dalam dan planet luar berdasarkan lintasan asteroid sebagai pembatas. Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars adalah planet yang termasuk planet dalam. Sedangkan Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus termasuk dalam kelompok planet luar. Nah, setelah pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang Tata Surya, pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan menghadirkan karakteristik ke-delapan planet yang ada di sistem tata surya kita. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

1. Merkurius

Merkurius dikenal dalam bahasa Arab sebagai utarid, dan dalam bahasa Sansekerta disebut Lintang Budha. Merkurius merupakan planet yang letaknya paling dekat ke matahari, jarak rata-ratanya sekitar 57,8 juta km. Oleh karena jaraknya yang sangat dekat ke matahari, maka suhu udara siang hari menjadi sangat panas, mencapai 400° C, sedangkan pada malam hari menjadi sangat dingin, mencapai -2000° C. Perbedaan suhu harian yang sangat besar disebabkan Merkurius tidak memiliki atmosfer. 

Merkurius memiliki ukuran paling kecil dalam sistem tata surya, garis tengahnya hanya 4.850 km hampir sama ukurannya dengan bulan yang memiliki diameter sekitar 3.476 km. Planet ini beredar mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis (lonjong) dengan periode revolusinya sekitar 88 hari, dan periode rotasinya sekitar 59 hari. Karena ukurannya yang kecil dan letaknya yang dekat dengan matahari, menyebabkan Merkurius sangat sulit dilihat tanpa menggunakan alat bantu seperti teleskop.

2. Venus

Planet terdekat kedua dari Matahari adalah Venus. Salah satu yang khas dari planet ini adalah adanya awan tebal yang menyelimutinya. Awan itu membuat cahaya Matahari terpantulkan. Akibatnya, Venus menjadi planet yang paling terang. Cahayanya akan tampak pada waktu Matahari terbit dan tenggelam. Oleh karenanya, planet ini sering disebut sebagai Bintang Fajar atau Bintang Senja. Venus juga merupakan planet yang paling dekat dengan Bumi dengan jarak sekitar 42 juta km. 

Ukuran dan massa Venus mirip dengan Bumi. Diameter Venus berukuran sekitar 1.100 km, sedangkan diameter Bumi 12.725 km. Massanya kurang lebih 4/5 massa Bumi. Kepadatannya sekitar 9/10 kepadatan Bumi. Venus mungkin terbit 4 jam sebelum matahari terbit dan mungkin terbenam 4 jam setelah matahari terbenam.

Venus berputar mengelilingi matahari dalam 225 hari dalam orbit yang hampir sirkuler. Pada saat berputar, Venus berotasi pada sumbunya selama 243,1 dari timur ke barat bukan dari barat ke timur seperti sebagian besar benda-benda langit lainnya. Planet ini berotasi sedikit miring terhadap bidang orbitnya. Venus selalu diliputi oleh awan-awan yang tebal, dari banyaknya awan tersebut, dapat dipastikan bahwa Venus mempunyai atmosfer yang sangat tebal dan pekat.

Jarak rata-rata Venus ke matahari sekitar 108 juta km, diselubungi atmosfer sangat tebal yang sebagian besar terdiri atas gas karbondikosida dan sulfat sedangkan oksigen, hydrogen, nitrogen, neon, dan anmoniak jumlahnya sedikit. Karena begitu tebalnya atmosfer Jupiter, membuat sinar matahari tertahan. Sehingga pada siang hari suhunya mencapai 477° C dan pada malam hari suhunya tetap tinggi karena panas yang diterimanya tertahan atmosfer planet tersebut. 

3. Bumi

Bumi merupakan planet ketiga dalam Tata Surya. Dari sembilan planet yang dikenal manusia, Planet Bumilah yang banyak dihuni makhluk hidup. Planet Bumi mempunyai lapisan atmosfer yang di dalamnya banyak mengandung unsur-unsur kimia yang banyak dibutuhkan oleh makhluk hidup. Jarak bumi dengan matahari oleh para ahli Astronomi dinamakan satu satuan Astronomi atau sama dengan 159.000 kilometer (IS·A = 159.000.000 km). Bumi mengelilingi matahari membutuhkan waktu 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik, tetapi atas dasar kesepakatan ahli astronomi mengacu pada periode antara pertemuan matahari dengan bintang Aries, yaitu 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik atau sama dengan Satu Tahun Tropik. Bumi berputar pada porosnya membutuhkan waktu 23 jam 56 menit atau sama dengan Satu Hari Bintang.

BACA JUGA: SEJARAH BUMI

Bumi selalu diikuti Bulan sebagai satelit bumi selama mengelilingi matahari. Bulan adalah satelit alami bumi. Bulan berotasi dan juga melakukan revolusi mengelilingi Bumi selama 27 1/3 hari sampai 29 1/3 hari. Peredaran Bulan mengelilingi Bumi dan sekaligus juga mengelilingi matahari.

4. Mars

Mars merupakan Planet Luar (eksterior planet) yang paling dekat ke bumi. Planet ini tampak sangat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan sekali, yaitu pada kedudukan oposisi. Pada saat itu jaraknya hanya sekitar 56 juta km dari bumi. Planet ini merupakan satu-satunya planet yang bagian permukaannya dapat diamati dari bumi dengan mempergunakan teleskop. Adapun planet-planet lain terlalu sulit untuk diamati karena diselubungi oleh gas berupa awan tebal dan jaraknya terlalu jauh dari bumi.

Mars mempunyai bentuk permukaan yang mirip dengan bumi. Mars mempunyai berbagai gunung tinggi, plato, gunung berapi raksasa, kawah-kawah dengan garis tengah berkilo-kilometer, dataran luas, lembah, karang curam, punggung bukit bergierigi, jurang yang lebih dalam daripada Grand Canyon di AS, dan bukit pasir. Secara kimiawi, atmosfer Mars sangat berbeda dari udara bumi. Di sana hanya ada sedikit sekali lapisan oksigen, nitrogen, dan uap air dalam atmosfer. Karbon dioksida merupakan gas utama yang ada di Mars. Suatu massa besar hidrogen juga mengelilingi planet itu. Hal penting yang paling menarik dan membingungkan tentang atmosfer Mars adalah topan debu liar biasa yang secara periodik menyapu seluruh planet itu.

Jarak rata-rata Planet Mars ke matahari sekitar 228 juta km, periode revolusinya sekitar 687 hari, sedangkan periode rotasinya sekitar 24 jam 37 menit. Diameter planet ini sekitar setengah dari diameter bumi, yaitu 6.790 km diselimuti oleh lapisan atmosfer yang tipis dengan suhu udara relatif lebih rendah daripada suhu udara di bumi. Planet Mars memiliki dua satelit, yakni Phobos dan Deimos.

5. Jupiter

Jupiter adalah planet terbesar yang ada di dalam Tata Surya. Jika kita bayangkan Jupiter sebagai wadah, maka ia mampu menampung sebanyak 1310 planet seukuran Bumi. Tetapi tidak sebanding dengan besarnya, berat Jupiter hanya dua setengah kali Bumi. Planet ini lembek, permukaannya hanya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergerak. Keunikan lain yang dimiliki Jupiter, yaitu rotasi yang paling cepat, hanya membutuhkan 10 jam. Sedangkan masa revolusinya membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 12 tahun.

BACA JUGA: JUPITER, PLANET TERBESAR

Letaknya yang sangat jauh dari matahari menyebabkan suhu di permukaan Jupiter sangat rendah, kira-kira -130 C, bahkan mungkin lebih rendah. Gaya gravitasi planet Jupiter 2 1/2 kali dari gaya gravitasi Bumi, hal ini disebabkan oleh besarnya massa planet tersebut. Suhu yang sangat rendah, keadaan atmosfer, dan gaya gravitasi yang kuat dari planet ini, jelas tidak memungkinkan adanya kehidupan di planet ini.

Planet di Sistem Tata Surya, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. | www.zonasiswa.com

6. Saturnus

Saturnus adalah planet ke-6 di sistem tata surya kita. Planet ini disebut juga Zahal dalam bahasa Arab dan Syanaiscara dalam bahasa Sansekerta. Saturnus merupakan planet yang indah dengan sistem cincin yang melingkarinya termasuk juga 18 buah satelit yang dimilikinya.

jarak rata-rata Saturnus dari matahari 1.428 juta km, atau sekitar 9,5 kali jarak Bumi dari matahari. Saturnus menyelesaikan satu kali orbitnya dengan memakan waktu 29,5 tahun. Jarak Saturnus dari Bumi bervariasi dari 1.197 juta km sampai 1.654 juta km. Volume planet ini 750 kali volume Bumi dengan luar permukaanya lebih dari 80 kali permukaan bola Bumi. 

Saturnus mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan planet lain, di antaranya memiliki cincin yang terdiri atas tiga bagian yang konsentris, yaitu bagian dalam, gelang berbentuk khas (dusky ring), dan bagian luar. Tebal cincin Saturnus kurang lebih antara 10 sampai 100 meter saja, unsur-unsurnya mengandung butiran es yang sangat halus. Lebar cincin sekitar 275.000 km. Planet ini merupakan planet ke-3 paling terang di sistem tata surya kita. Planet ini memiliki satelit yang jumlahnya sekitar 11 satelit, di antaranya Titan, Rhea, Thetys, dan Dione.

7. Uranus

Herschel pada tanggal 13 Maret 1781 menemukan planet Uranus dengan teleskop reflektor 18cam yang baru dibuatnya. Pada awalnya planet ini diberi nama Geogrium Sidus (Bintang George). Seorang ahli astronomi Jerman, Johann Elert Bode mengusulkan bahwa planet-planet lain diberi nama dari nama dewa-dewa kuno, akhirnya planet tersebut diberi nama Uranus.

Jarak rata-rata Uranus dari matahari adalah 2.870 juta km dan mengelilingi matahari dalam satu kali lintasan selama 84,01 tahun. Uranus mempunyai diameter sekitar 50.100 km pada ekuator dan kepadatannya kira-kira seperempat kepadatan bumi. Uranus berotasi di sekeliling sumbunya sekali setiap 24 jam.

Uranus hampir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang pada malam hari tanpa bulan. Melalui teleskop, planet ini kelihatan sebagai cakram yang berwarna hijau laut. Suhu maksimal permukaan planet ini adalah 180 C.

Uranus mempunyai satelit yang berputer mengelilingi dalam bidang datar equator planet. Pada tahun 1977 para ahli menemukan 5 buah cincin, dan sekarang telah ditemukan ada 15 buah cincin yang mengelilingi planet ini. Kelimableas cincin ini tipis dan sempit berukuran antara 9 sampai 100 km dan berwarna gelap.

8. Neptunus

Jarak rata-rata Neputunus dari matahari adalah 4.500 juta km. Neptunus memerlukan waktu sekitar 165 tahun untuk menyelesaikan rotasinya di sekitar matarahari, periode rotasinya 22 jam. Diameter palent sekitar 48.600 km pada ekuatornya. Kepadatan Neptunus kira-kira seperdua dari kepadatan bumi.

Seperti Uranus, Neptunus berbentuk sebuah cakram yang kehijau-hijauan, yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi cukup jelas bila dilihat melalui sebuah teleskop. Atmosfer Neptunus terdiri atas metan dan amonia, dengan jumlah metan yang lebih banyak. Suhu maksimum pada permukaan Neptunus sekitar -190 C.

Neptunus mempunyai delapan satelit dua di antaranya yang telah dikenal, yaitu Triton dan Nereid. Triton pertama kali dilihat oleh ahli astronomi Inggris William Lassel, beberapa minggu setelah penemuan planet Neptunus. Triton sedikit lebih besar dari bulan. Triton berputar di sekeliling Neptunus dari Timur ke barat. Ini merupakan gerak mundur, berlawanan arah dengan rotasi Neptunus. nereid pertama kali dilihat pada tahun 1949 oleh G.P. Kuiper. Nereid jauh lebih kecil daripada Triton dan berjarak sangat jauh dari Neptunus, gerakannya langsung dari barat ke timur.

Semoga artikel Geografi di atas tentang Planet bisa bermanfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian. Apabila ada suatu kesalahan baik berupa penulisan maupun isi, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Jangan lupa like dan share juga ya. Terima kasih... ^^Maju Terus Pendidikan Indonesia^^

0 komentar:

Poskan Komentar