Sistem Periodik - Terdapat kurang lebih 118 unsur baik alami maupun buatan yang sering kita jumpai di sekitar kita. Menyebutkannya satu-satu akan terasa sangat sulit. Untuk itu dalam mempelajari unsur-unsur kima tersebut kita butuh pengelompokkanya agar mudah dipelajari. Nah pengelompokkan unsur-unsur kima sering dikenal dengan istilah Sistem Periodik Unsur. Nah pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan mencoba membahas mengenai perkembangan sistem periodik unsur tersebut secara lengkap untuk sobat sekalian. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

Seperti yang diterangkan dipembuka di atas, kesulitan yang ditemui saat mempelajari begtu banyaknya unsur kimia, mendorong para ahli dari dulu untuk mengelompokkan unsur. Pengelompokan dilakukan dengan membandingkan sifat-sifat unsur. Dasar pertama yang digunakan untuk mengelompokkan unsur adalah kemiripan sifat, kemudian kenaikkan massa atom, dan sekarang berdasarkan kenaikkan nomor atom. Pengelompokan unsur mengalami perkembangan dari pengelompokan unsur yang dilakukan oleh para ahli Arab dan Persia, Dobereiner, Newlands, Mendeleyev, Lothar Meyer, Moseley hingga sistem periodik modern yang kita pakai hingga sekarang.

Perkembangan Sistem Periodik Unsur

1. Logam - Nonlogam

Upaya untuk mengelompokkan unsur-unsur ke dalam kelompok-kelompok tertentu sebenarnya sudah dilakukan para ahli sejak dulu, tetapi pengelompokan masa itu masih sederhana. Pengelompokan yang paling sederhana ialah membagi unsur ke dalam kelompok logam dan nonlogam.

Sistem Periodik | www.zonasiswa.com


2. Triade Dobereiner

Pada tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur, lalu mengelompokkannya menurut kemiripan sifat yang ada. Ternyata tiap kelompok terdiri atas tiga unsur, sehingga disebut Triade.

Jika unsur-unsur dalam satu triade tersebut disusun menurut kenaikan massa atom-atomnya, ternyata massa atom maupun sifat-sifat unsur yang kedua merupakan rata-rata dari massa atom unsur pertama dan ketiga. Penemuan ini memperlihatkan adanya hubungan antara massa atom dengan sifat-sifat unsur.

Sistem Periodik | www.zonasiswa.com


3. Oktaf Newlands

Usaha selanjutnya dilakukan oleh seorang ahli kimia asal Inggris bernama A. R. Newlands, yang pada tahun 1864 mengumumkan penemuannya yang disebut hukum oktaf. Newlands menyusun unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Ternyata unsur yang berselisih 1 oktaf (unsur ke-1 dan ke-8, unsur ke-2 dan unsur ke-9), menunjukkan kemiripan sifat. Hukum oktaf ini juga mempunyai kelemahan karena hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan. Jika diteruskan, ternyata kemiripan sifat terlalu dipaksakan. Misalnya, Zn mempunyai sifat yang cukup berbeda dengan Be, Mg, dan Ca.

Sistem Periodik | www.zonasiswa.com


4. Dmitri Ivanovich Mendeleev

Kemudian pada tahun 1869, seorang sarjana asal Rusia bernama Dmitri Ivanovich Mendeleev, berdasarkan pengamatannya terhadap 63 unsur yang sudah dikenal ketika itu, menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya dan persamaan sifat. Artinya, jika unsurunsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik. Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal, yang disebut golongan. Lajur-lajur horizontal, yaitu lajur unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, disebut periode. Sistem periodik Mendeleev ini mempunyai kelemahan dan juga keunggulan.

Kelemahan sistem ini adalah penempatan beberapa unsur tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya. Selain itu masih banyak unsur yang belum dikenal. Sedangkan keunggulan sistem periodik Mendeleev adalah bahwa Mendeleev berani mengosongkan beberapa tempat dengan keyakinan bahwa masih ada unsur yang belum dikenal.

Sistem Periodik | www.zonasiswa.com


5. Sistem Periodik Modern

Kurang lebih 45 tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 1914, Henry G. J. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai kenaikan nomor atom. Tabel periodik modern yang disebut juga tabel periodik bentuk panjang, disusun menurut kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Tabel periodik modern ini dapat dikatakan sebagai penyempurnaan Tabel Periodik Mendeleyev.

Hasil ini diperoleh berdasarkan pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kenaikkan nomor atom adalah Sistem Periodik Modern dan kemudian sering disebut Tabel Periodik Unsur. Di dalam Sistem Periodik Modern ditemukan keteraturan pengulangan sifat dalam periode (baris) dan kemiripan sifat dalam golongan (kolom).

  • Golongan
    Golongan adalah susunan unsur-unsur dalam SPU ke arah tegak (vertikal) yang disusun berdasarkan kemiripan sifat. Secara garis besar unsur-unsur dalam Tabel Periodik Modern dibagi dalam 2 golongan, yaitu:

    Golongan Utama (A), meliputi:
    - Golongan IA disebut golongan alkali;
    - Golongan IIA disebut golongan alkali tanah;
    - Golongan IIIA disebut golongan boron/aluminium;
    - Golongan IVA disebut golongan karbon/silikon;
    - Golongan VA disebut golongan nitrogen/fosfor;
    - Golongan VIA disebut golongan oksigen/sulfur;
    - Golongan VIIA disebut golongan halogen;
    - Golongan VIIIA/O disebut golongan gas mulia/gas inert.

    Golongan Transisi (B), meliputi:
    - Golongan Transisi (Gol. B), yaitu : IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB (VIII), IB, dan IIB.
    - Golongan Transisi Dalam, ada dua deret. Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip sifatnya, yaitu unsur-unsur Lantanida. Demikian juga pada periode 7 yaitu unsur-unsur Aktinida. Supaya tabel tidak terlalu panjang, unsur-unsur tersebut ditempatkan tersendiri pada bagian bawah sistem periodik.

  • Periode
    Periode adalah susunan unsur-unsur dalam SPU arah mendatar (horizontal) yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Periode dibagi 2 yaitu:

    Periode pendek, meliputi:
    - Periode 1 terdiri atas 2 unsur;
    - Periode 2 terdiri atas 8 unsur;
    - Periode 3 terdiri atas 8 unsur.

    Periode panjang, meliputi:
    - Periode 4 terdiri atas 18 unsu;
    - Periode 5 terdiri atas 18 unsur;
    - Periode 6 terdiri atas 32 unsur.
    - Periode 7 belum lengkap

Sistem Periodik | www.zonasiswa.com


Semoga artikel tersebut di atas tentang Perkembangan Sistem Periodik bisa bermanfaat bagi sobat sekalian yang membutuhkan. Apabila ada dari sobat yang menemukan kesalahan baik berupa penulisan maupun pembahasan, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Terima kasih. ^^ Maju Terus Pendidikan Indonesia ^^

0 komentar:

Poskan Komentar