Ciri-ciri Jamur - Sebelum membahas apa itu jamur beserta klasifikasinya, alangkah lebih baiknya jika sobat tahu terlebih dahulu ciri-ciri jamur. Tentunya pernah kan sobat melihat jamur, banyak koq sobat contohnya. Jenis jamur yang sering kita lihat adalah jenis jamur yang bisa dimakan; jamur kuping, jamur kancing, dll. Ada juga jenis jamur yang tanpa kita sadari biasanya menempel di tubuh kita, yup jamur panu. hihihihi.. Nah, pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan membahas secara lengkap mengenai Ciri-ciri Jamur. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

Berikut di bawah ini adalah beberapa dari ciri-ciri jamur yang perlu sobat ketahui, diantaranya:

1. Jamur ber-Sel Eukarictik

Jamur termasuk organisme eukariotik karena sel penyusunnya telah memiliki membran inti. Sel jamur juga memiliki dinding sel dari bahan kitin (chitine) yang merupakan polimer karbohidrat mengandung nitrogen. Zat ini juga terdapat pada eksoskeleton hewan arthropoda, seperti laba-laba dan serangga. Senyawa kitin bersifat kuat, tetapi fleksibel. Ini berbeda dengan tumbuhan umum yang dinding selnya tersusun dari selulosa dan bersifat kaku.

2. Jamur Uniseluler

Umumnya jamur merupakan organisme bersel banyak (multiseluler), tetapi ada juga yang bersel tunggal (uniseluler), contohnya jamur ragi tape (Saccharomyces sp). Tubuh jamur bersel banyak terdiri atas benangbenang halus yang disebut hifa. Kumpulan hifa jamur membentuk anyaman yang disebut miselium. Contoh jamur bersel satu adalah jamur ragi (Saccharomyces cerevisiae).

3. Jamur Multiseluler

Pada jamur multiseluler yang hifanya tidak bersekat (asepta), inti selnya tersebar di dalam sitoplasma dan berinti banyak. Jamur jenis ini disebut jamur senositik (coenocytic). Sedang yang bersekat umumnya berinti satu dan disebut sebagai jamur monositik (monocytic). Contoh jamur bersel banyak adalah jamur penisilin (Penicillium notatum), jamur tempe (Rhizopus oryzae), dan jamur merang (Volvariella volvacea).

Ciri-ciri Jamur | www.zonasiswa.com

4. Jamur Tidak Berklorofil

Bentuk jamur mirip dengan tumbuhan, tetapi jamur tidak memiliki daun dan akar sejati. Selain itu, jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak mampu berfotosintesis. Dengan demikian, jamur merupakan organisme heterotrop, yaitu organisme yang cara memperoleh makanannya dengan mengabsorbsi atau menyerap nutrisi dari lingkungannya atau substratnya. Sebelum mengabsorbsi makanan yang masih berupa senyawa kompleks, ia mensekresikan enzim hidrolitik ekstraseluler atau ferment untuk menguraikannya lebih dahulu di luar selnya.

5. Jamur Teridiri dari Hifa

Dalam tubuh jamur terdapat hifa, yaitu benang-benang halus yang digunakan untuk menyerap makanan yang berasal dari sumber-sumber seperti tanah subur, produk makanan buatan pabrik, tubuh hewan atau tumbuhan, baik yang sudah mati (sebagai saprofit) atau yang masih hidup. Berdasarkan cara memperoleh makanannya tersebut, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit. Jamur saprofit banyak ditemukan di atas tanah, kayu lapuk, dan bangkai hewan, misalnya, jamur kuping, jamur merang, dan jamur kayu. Sementara itu, jamur parasit dapat ditemukan menempel pada kulit manusia, misalnya, jamur panu.

6. Jamur Berkembang Biak Secara Aseksual dan Seksual

Jamur dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Meski demikian, perkembangbiakan secara seksual lebih mendominasi karena dilakukan oleh hampir semua jamur tersebut.

Jadi lebih tau kan tentang jamur. Semoga artikel tersebut di atas tentang Ciri-ciri Jamur bisa bermanfaat bagi sobat sekalian. Apabila ada dari sobat yang menemukan kesalahan baik berupa penulisan maupun pembahasan, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Terima kasih ^^ Maju Terus Pendidikan Indonesia ^^

0 komentar:

Poskan Komentar